Professional Opportunity

Aku melewatkan sebuah kesempatan dari mimpiku

tapi aku tidak merasa rugi. .

wah rasanya kalimat pembuka yang telah aku siapkan dari sejak mencuci piring tadi lenyap begitu saja mendapati makan malamku sudah dingin ><”

mungkin sebuah awal yang baik jika aku mengutip “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Lukas 16:10a

saya merasa bersalah karena merasa ‘kurang peduli’ terhadap sekitar sehingga mungkin menyebabkan kondisi kesehatan mama menurun.

Saya  sedih melihat mama sakit malam ini. ketika saya mampir dapur..belum diberesin. wah kasihan kalau mama masih harus membereskannya.itung itung saya belajar ‘lebih peduli’ dengan lingkungan sekitar .saya relakan ayam mcd saya kedinginan menunggu di makan. dalam hati,saya mau ringankan beban mama.tiba2 ada telepon terus menerus dari hp saya..

me-cedric

Mungkin sudah rencana Tuhan ,mimpiku terwujud. jadi pemain biola professional. yang dibayar.

tapi Tuhan juga mengajarkan aku untuk ‘Professional’ dalam memilih opportunity/kesempatan yang ada.

Seperti kata orang2 sukses..Kesempatan datang dari kawan,kenalan dan kerabat. Poin tersebut terjadi.

Karena saya bermain biola di Malang Jazz Forum atas permintaan sahabat kakak saya,saya masuk koran.

Karena masuk koran saya di cap ‘pemain professional’

Karena ‘Professional’ maka saya dicari cari. dan datanglah kesempatan itu.

Sebuah tawaran manggung tunggal,dibayar pula. Mimpi serasa TUMPLEK BLEK di depan saya.Terkejut.Wow. Itu Mimpi saya!berpenghasilan HALAL tahun ini….tetapi Tuhan berkata lain. Kenapa kok eventnya pas banget sama malem valentine di Kampus?

sewaktu ditelepon saya mengalami dilema yang agak parah.

“Duit? Ditolak? Gak Eman?? ini mimpi kamu!! masak kamu ngga mau jadi pemain biola Profesional? ga usah mikirin Vocal Group,Ngejazz bareng Sotong,Ngiringin Andreas sama Anita main,apalagi Gelar High Quality konyol itu. Mikir van! ini mimpi kamu.. gak ada apa apanya sama ngisi acara valentine di kampus” itu pikiran antagonis saya.

tapi wait.. tunggu..malah disini seninya menjadi ‘pemain biola professional’

kalo saya misalnya nerima job ini,walaupun tahu saya bakal ngisi acara di kampus, saya posisikan diri saya sudah menerima job bagus. tapi tiba2 ada yang meminta isi acara dan bayarannya lebih tinggi,saya pasti akan pilih yang lebih tinggi. TIDAK PROFESSIONAL SAMA SEKALI.karena dari awal saya sudah berani meninggalkan ‘job’ saya di kampus.

Saya mikirin lagi. milih duit apa professionalisme?

kalau duit,kerja apa saja jadi..ketemu juga sama duit.seberapapun gedenya.

kalo professional? hmm..saya berpikir. bermain professional bukan karena ‘dibayar’ saja,tetapi lebih dewasa dalam menghadapi JOB. PROFESSIONALISM.

Kedewasaan dalam Professionalisme kerja menurut saya,dimana seseorang konsisten dengan Job sebelumnya yang sedang dia pegang,on duty seberapa besarpun tawaran. ini berbeda dengan Promosi tempat kerja atau pindah kerja untuk seorang pekerja. ini lebih mengarah kepada kata ‘professionalisme’ itu sendiri .

Orang mencari seorang pekerja professional karena dia ‘professional’ di bidangnya. dia bisa dipercaya menghandle sesuatu/tanggung jawab dengan sungguh sungguh.orang orang tidak akan takut mempercayainya karena dia seorang yang berkomitmen. orang akan mencari seorang profesional,bukan sekedar pencari keuntungan. menjadi profesional sendiri sebuah keuntungan yang di bangun di dalam karakter seseorang.investasi dalam diri sendiri.dia akan selalu dan terus dicari orang karena ‘kelebihan’ nya dibanding ‘pencari untung yang tidak profesional’.

seorang ‘pencari keuntungan yang tidak profesional’ akan selalu berpindah2 ke tempat yang ‘uang’ nya lebih tinggi,dan meninggalkan tanggungjawab lamanya. orang tidak akan percaya dengan dia. karena seberapa tinggipun keahlian dia,dia kayak barang lelang,yang tinggi yang mendapatkan, dan orang2 akan takut menggunakannya karena bakalan dia tinggal kalau tidak tinggi,dia akan ‘lepas’. lama kelamaan, dia tidak akan dipakai orang lagi. “buat apa pakai si A. kalau ada job lebih besar,job kita ditinggal,kita kewalahan.”  , “saya tidak bisa menjamin dia bisa dipercayai”. wah seram juga rasanya

Tuhan mengajar saya untuk berpikir dan terus berpikir. tidak semua Opportunity harus kamu ambil. kamu harus ‘Profesional’ kalau mau jadi ‘profesional’. walau sekarang nggak dapet ‘job’ nya,suatu saat kamu akan dicari orang lagi karena kamu dianggap ‘bisa dipercaya tidak melepas sebuah event walau umpan menggiurkan’ . dan saya ingat kata2 seorang MC kemarin malam “kalau Rejeki,ngga akan lari jauh jauh”

Ya ,saya jadi lebih berbesar hati merelakan ‘job’ pertama saya. rupanya yang juga tidak dapat digantikan oleh teman sejawat maupun guru saya. mudah mudahan orangnya tidak kecewa ,dan menemukan pemain biola lain. saya nggak takut disaingi. toh juga bahan pembelajaran saya bahwa ‘yang lebih yang dicari’. kalau saya punya nilai TAMBAH , pasti saya akan dapat Job juga. Amin..

Untung juga mengapa saya belum mengambil JOb tersebut,karena saya belum tahu harga setiap event. waktu ditanya oleh panitianya,”berapa budgetnya?” wah saya cuma cengengesan.(belum profesional nih>>). lalu saya konsultasi kepada guru saya,ditambah..trik triknya lagi. wah.. apa gak beruntung?

Sinkronisasi terhadap ayat tersebut bahwa.. dimana saya baru saja belajar ‘peduli lingkungan’ , Tuhan ijinkan saya belajar lagi “ini lho,Tuhan memperhitungkan dan melihat hati kamu untuk MAU BELAJAR.” dan saya optimis berkata pada diri saya “Vania,Tuhan telah menunjukan,Mimpimu ini terwujud,apalagi yang lain. jangan takut memutuskan!Lain kali,tawaran kerja juga akan seperti ini bahkan mungkin lebih baik !!^^”


lalu setelah saya mencuci piring dan melihat ‘tokek yang berlari ketakutan ,lompat dan salto dari ketinggian setengah meter’ saya meneruskan makan saya dengan ayam kedinginan saya.

Puji Tuhan karena hari ini saya belajar hal baru. saya berharap rasa kepedulian saya semakin meningkat. tidak hanya hari ini.

Salam Sukses!

Advertisements

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Professional Opportunity

  1. hmm… abot abot abot abot!!!
    piye y klo ne tjd ma Q…. klo saya jujur slama ne sy yg cr2 job cari kesempatan dsb. g da yg tembus… nah tuh juga pelajaran buat saya tuk trus blj n tetep fokus ama yg pengen sy kejar… Q mlihat tlsan loe jd tereminder lg buat nulis all about me… ntar Q nls n nti giliranmu menanggapi critaQ oyi oyi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s